MOMEN 21 RAJAB DI DESA RANTAU BUJUR HULU
- Jan 15, 2026
- Pemerintah Desa Rantau Bujur Hulu
Masyarakat Hulu Sungai Utara (HSU) kini tengah bersiap melaksanakan haul kedua KH Asmuni atau yang dikenal Guru Danau.
Mendiang Guru Danau merupakan salah satu tokoh kharismatik Kalimantan Selatan, yang memiliki ribuan pengikut dengan pusat dakwah di kawasan Danau Panggang, Hulu Sungai Utara.
Melansir Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan, Guru Danau dilahirkan pada tahun 50-an di Danau Panggang. Ada yang menulis tahun 1951, tahun 1955, dan adapula yang menulis 1957 sebagai tahun kelahirannya. Ayahnya bernama Haji Masuni dan ibunya bernama Hajjah Masjubah.
Beliau merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Ayahnya berasal dari daerah Danau Panggang sedang ibunya berasal dari daerah Marabahan yang pindah ke Danau Panggang.
Guru Danau hidup di lingkungan keluarga yang sederhana dan taat beragama. Orang tuanya dahulu bekerja sebagai buruh kapal atau buruh angkut dengan pendapatan yang pas-pasan. Pendapatan yang pas-pasan itu tidak menghalangi semangat orangtuanya untuk membiayai pendidikan anaknya.
Guru Danau menempuh pendidikan tingkat dasar di Madrasah Ibtidaiah di lingkungan Pesantren Mu’alimin Danau Panggang dan Madrasah Tsanawiyah Pesantren Mu’alimin Danau Panggang. Setelah itu dia meneruskan studinya di tingkat atas (aliyah/ulya) di Pesantren Darussalam Martapura.
Selama belajar di Pesantren Darussalam, Guru Danau juga belajar dengan sejumlah ulama berpengaruh (tuan guru) yang bertebaran di wilayah Martapura, diantaranya adalah Tuan Guru Semman Mulya, Tuan Guru Royani dan Tuan Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Ijai
Pada momen 21 Rajab warga menyambut HAUL GURU DANAU yang kedua dengan suka cita, banyak sekali rest area yang menyediakan makanan, minuman, dll di sepanjang jalan menuju ke danau panggang.